biarlah waktu terus berlalu....
meskipun sukar untuk kurasakan.....
karna diri ternoda gerakan matamu......
karna dirikun sudah terpegun dengan akhlak mu.....
namun begitu sukar untuk daku mendaki...
di sebuah gunung yang menpunyai erti cinta.......
kepiritan turut dirasa dalam menyelami lautan mendalam......
untuk mncari setulen cinta yang mekar......
usaha dan keperitan ku makin musnah.....
setiap baitku......
setiap gerakan ku.......
tidak sama diendah biarpun perit daku mencuba
hembusan angin malam.......
yang mampu menberi suatu kata manis......
namun tetap dirimu tegar menolakku.....
biarpon tidak terpancar dari gerakanmu......
namun tetap jua kurasakan.....
sukar diri tuk melupakanmu.........
karna terkenang suatu pertemuan.......
karna mengharap secebis harapan...
yang mampu menberi sinar dalam diri.......
beribu persoalan wujud di minda....
dalam mencari jawapan yang teguh.....
untuk diadaptasi diruangan cinta.......
namun jawapan yang dihulur mendusta diri....
menghapus lelah......
karna diriku sudah tiada masa............
biarlah cinta ini menjadi cinta terakhir...
hembuslah cinta ini walaupun hanya diri yang dirasa.......
namun ......
saat...
detik.....
menjadi matlamat utama..........
biarlah kepergianku menjadi suatu tangisan buatmu.......
permintaan yang ku hulur kepadamu........
jangan lupa namaku............

